love Among Silhouette Twilight
SILUET YANG HILANG
Hampir tangga itu menimpaku, melihatnya saja aku tahu pasti orang yang di dekatnya akan hancur. aku berjanji saat kehampiran itu terjadi padaku, aku tidak takut lagi jatuh. karena ini menyangkut harga diri seorang yang mengemban tugas jaya.
Hampir seluruh waktu ini terbuang sia-sia, kesepkatan yang di ambil menimbulkan gesekan malas. kamu harus bisa!ya.. psti bisa, tapi tidak mungkin jika sendirian, Tuhan, aku tidak marah tapi...
INI IMAJINASIKU MESKI TAK NYATA ^_^
ketika siluet sudah tenggelam

Dalam Hening Tak ada Gemuruh

Penulis : Hafidz341 & Ria (H&R)
Seri : Buku Remaja
Halaman : 202 halaman
Jenis : Produk Remaja
Ukuran : 11,5x17,5 cm (Standar Remaja)
Tahun Terbit : 2004/02
Penerbit : Gema Insani Pess
Baca novel emang bisa jadi alternatif pilihan di waktu senggang. Apalagi waktu kita lagi mumet bin penat. Cocok banget. Selain bahasanya yang ringan, jalan ceritanya juga lumayan bikin rileks. Makanya, pas banget kalo kamu baca novel remaja dari GIP ini.
“Siluet Senja”, itulah judul novel remaja yang baru beredar di pasaran awal Mei ini. Asli novel, bukan kumpulan cerpen. Tiap bab-nya sahut-menyahut dan sambung-menyambung menjadi satu itulah siluet senja. (kok jadi nyanyi sih?) Dengan gaya bahasa ringan, kedua penulis mampu menampilkan kehidupan remaja yang ngocol, sentimentil, solidaritas, sampe curhat. Puisi dan ilustrasi aja ampe nggak mau ketinggalan disetiap bab-nya.
Novel ini mengisahkan tentang persahabatan Meta, Dewi, Anjani, dan Jane yang sekolah di salah satu SMU swasta di kota Hujan. Tingkah polah Dewi yang venus, Anjani yang Tomboy, atau Jane gadis muslim Import dari London mewarnai setiap cerita bersama Meta yang menjadi tokoh sentral.
Cerita makin menarik dengan kehadiran Steve, kakak Jane. Cowok bule, ganteng, doyan ngocol, walau agak sentimentil (nah lho?) asal Glasgow yang nerusin pendidikannya di Indonesia. Berdasarkan kaidah “witing trisno jalaran soko kulino” dimulailah petualangan cinta remaja yang melibatkan Meta dan Steve.
Karena cinta, Jane jadi sewot ama meta. Karena cinta, meta kudu sembunyi-sembunyi biar nggak ketauan satpam, eh temen-temennya pas lagi lunch bareng Steve. Karena cinta, Steve terjerumus ke dunia ‘putih’. Karena cinta juga Meta dihadapkan pada dua pilihan, kepada siapa dia harus memberikan cintanya. Manusia ataukah sang Pencipta? Pilihan yang sering kita rasakan seperti bias, samar, dengan batas tak jelas. Tapi pasti ada satu sisi yang hakiki. Layaknya sebuah siluet senja di sore hari…

- singuinis
- selain suka menulis saya juga pecinta kucing, makanya saya punya nick name yang elakang nya push..